Blog

TUTORIAL EDITING DENGAN PINACLE 14

editing-1141505_1920

·        Buka aplikasi “Pinnacle Studio 14”

·         Pilih video yang akan di edit

·         Video terbagi menjadi beberapa “scene”, klik salah satu “scene” lalu tekan CTRL+A, kemudian klik kanan lalu pilih “add to project”.

·         Potong beberapa scene di bagian akhir video, caranya blok beberapa scene di bagian akhir video, lalu klik kanan pilih “delete”.

·         Berikan “show transition” di awal dan di akhir video

·         Berikan “show montage themes” paling awal video sebelum “show transition

·         Setelah itu atur text pada “show montage themes

·         Berikan “show titles” diawal scene video sampai akhir scene video

·         Setelah itu drag “show titles” sampai akhir scene video seperti pada gambar dibawah.

·         Kemudian ganti textnya lalu klik OK.

·         Masukkan “show foto” di awal scene video

·         Kemudian setting foto tersebut dan letaknya.

·         Begitulah edit video yang sederhana 

UNTUK LEBIH JELASNYA SIMAK VIDIO BERIKUT INI:

 

 

TEKNIK DASAR SINEMATOGRAFI

photographer-1702074_1920

Apa itu Cinematografi ?

Sebelum membahas secara teknik mengenai cinematography, saya akan menjelaskan pengertian dari cinematography. Cinematography dalam Bahasa Indonesia Sinematografi adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memililki kemampuan menyampaikan ide dan cerita berupa video.

Sedangkan orang yang mengambil video atau merekam adalah seorang sinematografer, dalam industri perfilmnya sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab dari semua aspek visual yang mencakup film tersebut.

Sinematografer adalah juga kepala bagian departemen kamera, departemen pencahayaan dan Grip Departement untuk itulah Sinematogrefer sering juga disebut sebagai Director of Photography atau disingkat menjadi DoP. DoP akan dibantu beberapa kru atau anggota dari pembuatan film tersebut, diantaranya :

1.  1st Camera Assistant yang bertugas mendampingi dan membantu semua kebutuhan shooting mulai dari pengecekan alat-alat hingga mempersiapkan sebuah shot.

2.  Focus Puller yang bertugas membantu sinematografer dalam memutar focus ring pada lensa sehingga subjek yang diikuti kamera bisa terus dalam area fokus.

3.   Camera boy istilah ini sering digunakan pada industri film di Hollywood, adalah seorang asisten kamera yang bertugas membawa kamera atau mempersiapkan kamera mulai dari tripods hingga memasang kamera pada tripods tersebut.

4.   Grip adalah bertugas untuk memastikan letak kamera seperti yang diinginkan DoP baik secara level atau tinggi rendahnya. Grip juga bertanggung jawab dalam perpindahan kamera artinya Grip departemen yang memasang dolly track dsb.

5.  Gaffer adalah istilah untuk seorang yang bertanggung jawab atau kepala departemen pencahayaan. Bersama DoP, Gaffer akan berdiskusi tentang warna, jenis cahaya dan gaya tata cahaya DoP tersebut.

6.  Lightingman adalah orang-orang dalam departemen pencahayaan yang bekerja menata lampu sesuai dengan perintah Gaffer dan kemauan DoP.

5 Teknik Dasar Mengenal Sinematografi

Terlebih dahulu anda menentukan seberapa besar ukuran take shot anda untuk membantu sebuah cerita di film anda. Pastinya dalam setiap shot besar atau kecilnya dapat mempengaruhi sebuah cerita.

1.     Extreme Long Shot – Objek tampak jauh dari scene sehingga objek tampak mengecil, biasanya digunakan untuk menampilkan objek yang lebih besar atau cerita yang memiliki pemandangan (environtment) yang bagus atau kondisi lingkungan di sekitarnya.

2.  Long Shot & Mid Shot – Objek tampak lebih dekat, kurang lebih masuk dalam main frame kamera tentunya ini membuat objek tampak jelas dengan melakukan beberapa interaksi tertentu.

3.  Closeup & Extreme Closeup – Biasanya digunakan untuk menunjukkan ekspresi muka seseorang dan pengambilan detail-detail objek yang penting.

Komposisi

Mengatur komposisi sebuah kamera dapat mempengaruhi suasana cerita film, dalam pengambilan komposisi perlu ada hal-hal yang harus diperhatikan. Jika ingin membuat suasana menjadi natural atau alami gunakan komposisi (sepertiga dari main frame). Untuk mengatur komposisi tampak formal atur komposisi kamera di tengah atau simetri sedangkan untuk membuat suasana menjadi seram dan menegangkan letakkan kamera pada sudut-sudut tertentu dan atur komposisi menjadi tidak seimbang.

Posisi dan Sudut kamera (Angle Camera)

Mengambil posisi shot kamera jangan hanya dari tingkat mata saja, tetapi buat angle atau sudut pandang tertentu misalnya dari bawah mengarah ke atas (low angle) membuat objek tampak lebih besar atau gagak sedangkan mengambil sudut pandang (high angle) dari atas kebawah membuat objek tampak lebih kecil. Anda bahkan bisa mengambil dari sudut pandang birdseye dan overhead secara langsung.

Mengatur Gerakan Kamera (Camera Movement)

Camera Movement atau gerakan kamera itu sangat penting sekali, kamera yang sering berguncang dan tidak stabil akan membuat semuanya menjadi kacau dalam hal-hal tertentu, makanya itu terdapat alat-alat yang cukup mahal untuk membuat kamera menjadi stabil jadi video nikmat dilihat oleh penonton. Dalam mengatur gerakan kamera pasti membutuhkan alat-alat, biasanya saya menggunakan tripod atau monopod, untuk lebih stabil lagi anda dapat menggunakan stabilizer seperti gimbal, dolly dan lain-lain.

Mengatur Cahaya dan Warna

Cahaya dan warna ini sangat mempengaruhi suasana cerita, dalam pencahayaan yang tinggi memiliki kesan yang suci sedangkan cahaya yang rendah memiliki kesan yang seram atau malam. Anda juga dapat mengatur dalam pengeditan video yang terdapat beberapa filter atau efek yang dapat anda pakai untuk mengatur cahaya, kontras warna dan lain-lain.

Menggunakan Lensa yang Cocok

Anda dapat mengatur kamera fokus pada objek tertentu sehingga orang bisa melihat apa yang terjadi di latar depan dan latar belakang atau anda ingin mengaburkan latar belakang sehingga subjek anda terlihat menonjol. Terutama dalam mengambil pemandangan anda dapat menampilkan secara keseluruhan dari kemegahan pemandangan anda dengan posisi yang dekat kemudian tampak di perluas pandangan kameranya. Gunakan lensa wide atau mengatur zoom untuk membuat perspektif kamera tampak dramatis. Gunakan lensa tele dan wide lebih baik untuk mengambil closeups wajah dan untuk detailnya.

TEKNIK DASAR FOTOGRAFI

 photographer-920128_1280

Bagi pemula perlu pelajari teknik dasar sebagai mana berikut ini :

  1. ISO

Tingkat kesensitifan sensor kamera itu diatur dengan ISO, yang jika semakin tinggi maka semakin sensitif pula. Sehingga  gambar yang tampak akan memiliki lebih banyak cahaya. Dan jika ISO lebih rendah maka akan tampak memiliki sedikit cahaya yang masuk ke sensor. Selain itu semakin rendah ISO semakin rendah noise, begitu pula sebaliknya. Tidak dipungkiri tentu kita akan sering menggunakan ISO tinggi di malam hari saat cahaya benar-benar minim. Gambar yang dihasilkan maksimal jika menggunakan ISO 100, jika lebih dari itu maka gambar kurang maksimal. Maka gunakan ISO jika memang dibutuhkan saja.

  1. Shutter Speed

Pengaturan kecepatan buka dan tutup rana pada jendela kamera disebut dengan Shutter Speed. Pengaturan ini dihitung dengan satuan detik misalnya 1/125 atau 1/1000. Jadi semakin besar angka satuannya maka semakin cepat pula waktu buka tutupnya. Mode tersebut tentu membuat Anda dapat menggunakan teknik fotografi dengan lebih mudah. Tapi, sebaiknya mode manual diterapkan apabila Anda sudah memperoleh banyak pengetahuan setelah belajar teknik fotografi.

  1. Fokus

Pengaturan ini biasanya yang ada di kamera DSLR dapat di setting secara manual atau otomatis. Pengaturan secara manual dapat dilakukan dengan cara menggeser ke mode Manual(M) panel fokus yang ada di lensa. Dengan begitu fokus dapat kita atur ketajamannya secara manual dengan cara memutar ring fokus pada lensa. Fokus manual sering digunakan dalam kasus minim cahaya seperti indoor atau kondisi di malam hari.

  1. Diafragma

Merupakan pengaturan bukaan lensa yang mengatur lebar aperture untuk mengatur cahaya yang masuk. Bukaan aperture lebar banyak digunakan dalam fotografi portrait untuk mengisolasi subjeknya dari background sehingga Nampak menonjol. Sedangkan bukaan aperture kecil akan menyebabkan semua area dalam frame akan Nampak tajam. Bukaan kecil sendiri banyak digunakan untuk fotografi landscape, dimana tujuannya adalah untuk menampilkan kesan 3 Dimensi, jadi semua area perlu tajam, sense of depth maupun sense of scale perlu ditonjolkan. lensa memiliki bukaan aperture berbeda beda, dan kebanyakan lensa zoom memiliki bukaan aperture tidak selebar lensa prime, dan kalaupun ada akan berharga sangat mahal.

  1. Exsposur (Exposure)

Merupakan nyawa fotografi yang sanga direkomendasikan untuk diketahui dan dikuasai oleh pengguna. Tiga lemen eksposur sebagaimana berikut : Shutterspeed, Aperture, dan ISO. Selain itu materi lain yang berhubungan erat dengan pembahasan eksposur adalah cara kerja Light Meter.  Fitur automatic exposure bracketing memang jarang dijelajahi dan digunakan oleh fotografer, terutama yang masih belajar teknik fotografi. Pada beberapa kamera, fitur ini dihadirkan untuk membuat objek gambar terlihat sempurna walaupun kondisi cahaya sangat terang. Fitur ini muncul agar kita bisa memotret dengan sempurna meski kondisi cahaya terang.

  1. White Balance

Masalah ini juga yang sering ditemui oleh pemula ketika dalam menerapkan cara menggunakan DSLR adalah memotret dengan warna yang belum sesuai. Maka dari itu harus mengenal white balance agar kamera dapat mengambil gambar dengan warna yang sesuai. Jangan sampai memotret langit biru, tapi hasilnya malah berwarna merah. Itu adalah kesalahan dalam belajar teknik fotografi yang harus dihindari.

  1. Histrogram

Beberapa orang beranggapan bahwa histrogram dalam dunia fotografi sangat rumit. Sebenarnya komponen tersebut cukup penting dalam mengatur kamera DSLR. Dengan belajar teknik fotografi histogram, bisa mengetahui hasil foto dengan lebih detail, apakah sempurna, terlalu terang atau gelap.

  1. Mengetahui Cara Memegang Kamera Dengan Benar

Seorang pemula yang terbiasa dengan kamera saku, tentu akan merasa janggal membawa kamera DSLR yang ukurannya lebih besar. Perlu memahami bagaimana cara memegangnya dengan benar supaya stabil dan bisa menjadi landasan untuk mendapatkan hasil potret yang sempurna. Salah memegang kamera berakibat pada kualitas foto tidak sempurna meskipun teknik fotografi yang diterapkan sudah benar.

  1. Mengenali Tombol-tombol Pada Kamera DSLR

Saat pertama kali menerapkan teknik fotografi dengan menggunakan DSLR pasti merasa asing karena berbeda dengan kamera point shoot atau kamera saku. Sebab, kamera DSLR memiliki banyak tombol dan fitur dibandung dua jenis kamera tersebut. Maka, sebelum belajar teknik fotografi dengan baik, perlu mengetahui setiap ikon tombol supaya bisa digunakan secara maksimal. Kamera DSLR hadir dengan lebih banyak tombol dan fitur dibanding kamera saku. Kita perlu mempelajari setiap ikon pada tombol agar kita bisa menggunakan kamera dengan lebih maksimal.

Belajar Teknik Fotografi Menggunakan DSLR Untuk Pemula mungkin adalah kata kunci yang banyak dicari, terutama oleh orang-orang yang baru tertarik di dunia fotografi. Kamera DSLR sendiri hadir untuk mengambil gambar dengan teknik fotografi tertentu supaya hasilnya lebih tajam, detail serta kreatif. Kamera DSLR hadir dalam berbagai tipe, fitur dan teknologi terbaru. Sehingga, kadang pemula yang terbiasa menggunakan kamera smartphone atau kamera saku harus beradaptasi dengan kamera DSLR. Sayangnya, masih banyak pemula yang belum memahami cara belajr teknik menggunakan DSLR dan bagaimana menyetingnya. Sembilan cara tersebut merupakan beberapa cara yang perlu diperhatikan dalam mencari bidikan ketika akan memotret dengan kamera DSLR.